Category Archives: Event Documentation

FTC 2014 “Growl Up Your Spirit and Beat The Challenge”

Perhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Sastra Unhas (PERISAI FS-UH) kembali mengadakan Freshman Training Camp (FTC) 2014 untuk mahasiswa baru Sastra Inggris angkatan 2014. Tak hanya dihadiri oleh mahasiswa baru, tetapi kegiatan yang bertemakan Growl Up Your Spirit and Beat The Challenge ini juga dihadiri oleh beberapa warga PERISAI FS-UH sebagai ajang silaturahmi serta beberapa himpunan jurusan se-Sastra. Kegiatan yang dilaksanakan di LEC Angkasa, Maros ini berlangsung selama tiga hari, yaitu dimulai Kamis, 18 Desember sampai dengan Sabtu, 20 Desember.

Seperti FTC sebelum-sebelumnya, dalam kegiatan ini para mahasiswa baru diberikan beberapa materi keorganisasisan seperti, Team Building, Manajemen Konflik, Administrasi, Tata Cara Persidangan, dan lain sebagainya dengan tujuan sebagai asupan awal untuk mahasiswa baru dalam memasuki dunia kampus dan juga sebagai awal mereka mengenal PERISAI FS-UH sebagai himpunan mahasiswa jurusan. Tak hanya itu, para mahasiswa baru juga diberi materi tentang skills seperti Writing and Reading Habit dan juga Note Taking Skills serta Penelusuran Referensi. Dimalam terakhir, tepatnya Jumat Malam, 19 Desember, terdapat materi “Perisai Dulu dan Sekarang” yang menghadirkan para ketua-Ketua himpunan dan juga beberapa pengurus dalam beberapa periode sebelumnya seperti Ketua PERISAI FS-UH periode 2014-2015, 2013-2014, 2012-2013, 2011-2012, pengurus 2010-2011, dan ketua PERISAI FS-UH periode 2006-2007. Hal ini bertujuan sebagai ajang sharing tentang masalah-masalah dan kondisi yang dialami beberapa kepengurusan yang berbeda.

Ada yang berbeda dengan FTC 2014 ini. Pembagian baju angkatan yang tahun-tahun sebelumnya selalu berada di Perisai Camp, tahun ini berada di FTC yang dibungkus dengan games. Dalam pembagian baju angkatannya, para mahasiswa harus mencari 14 pedang yang melambangkan angkatan mereka sebagai Excalibur 2014 yang dipegang oleh beberapa warga PERISAI FS-UH. Hal ini bertujuan untuk pengkraban antara maba dan warga. Setelah 14 pedang terkumpul, mereka kemudian berkumpul dilapangan yang dimana terdapat tiang yang diatasnya tergantung sebuah kardus yang berisi baju angkatan. Untuk mendapatkan baju angkatan tersebut, mereka harus memotong 14 tali dengan 14 pedang yang sudah mereka temukan secara bersamaan sehingga mereka berhasil mendapatkan baju angkat mereka Excalibur 2014.

Sosialisasi Konstitusi PERISAI FS-UH 2014/2015

Selasa, 7 Oktober 2014, pengurus Perhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris (PERISAI) periode 2014/2015 mengadakan sosialisasi konstitusi dihadapan warga PERISAI FS-UH. Sosialisasi yang bertempat di gedung SiIL 1 jurusan Sastra Inggris ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini kepada warga PERISAI FS-UH mengenai hasil-hasil mubes yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Juga, program-program kerja pengurus PERISAI FS-UH periode 2014/2015 seperti yang termaktub dalam Anggaran Rumah Tangga PERISAI FS-UH pada pasal 14 poin (3) mengenai Tugas dan Wewenang Pengurus PERISAI FS-UH.

Sosialisasi ini dimulai dari pukul 20.00 WITA dihadiri oleh sekitar 20 warga. Sosialisasi konstitusi ini berlangsung selama tiga hari dan terbagi kedalam tiga pembahasan. Hari pertama membahas Anggararan Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Aturan-aturan Tambahan Organisasi (AATO) dan Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO). Selanjutnya, hari kedua membahas tentang Haluan Dasar Orientasi Kader (HDOK). Sedikit berbeda dari yang sebelumnya, pada HDOK kali ini dibentuk tim yang dipilih pada saat mubes yang bertugas untuk menganalisis isi-isi dari HDOK itu sendiri yang selanjutnya dipresentasikan kepada pengurus. Tim ini terdiri dari 9 orang yang dipilih dari tiap angkatan mulai dari 2007 sampai dengan 2013. Di hari ketiga, pemaparan program-program kerja yang akan dilaksanakan pengurus PERISAI FS-UH selama satu periode kepengurusan. Sosialisai konstitusi berakhir pada hari kamis pukul 23.30 WITA.

Selamatkan Pandang Raya (Panggung Bebas Ekspresi)

Penggusuran Pandang Raya 17 September lalu ini tengah menjadi pemberitaan yang hangat di kalangan para aktivis dan masyarakat Makassar.

Pandang Raya yang berlokasi di daerah Panakukang ini digusur oleh seorang pengusaha bernama Goman Waisan yang mengklaim Tanah ini sebagai miliknya setelah kabarnya memenangkan legalitas kepemilikan tanah Pandang Raya di Mahkamah Agung. Hal ini menimbulkan keprihatinan yang besar. Sebanyak 42 kepala keluarga harus memboyong keluarganya untuk menetap sementara di tenda-tenda yang didirikan oleh masyarakat sekitar ditambah kondisi finasisal yang kurang untuk membeli bahan sandang, papan, dan pangan.

Peristiwa penggusuran ini juga telah menyadarkan beberapa orang akan pentingnya kepedulain sosial, seperti di Fakultas Sastra, tepatnya di Pelataran Aula Prof. Mattulada, yang pada hari Rabu (17/9/2014) telah diadakan Panggung Bebas Ekspresi dalam rangka pengumpulan donasi untuk korban pandang raya.

Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 4 sore, dengan penampilan beberapa vokalis dan pembacaan puisi serta penyebaran informasi tentang pandang raya kepada warga Fakultas Sastra melalui dokumentasi foto atau selebaran kronologi penggusuran.

 

 

Baksos Perisai FS-UH di Desa Bontoa Bahari Kabupaten Pangkep

Hari sabtu (29/3/2014) kemarin, para pengurus dan beberapa warga perisai fs-uh mengadakan baksos di dusun sabang, desa bontoa bahari, kecamatan bontoa, Maros.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja divisi kesejahteraan umum sebagai wujud kepedulian kepada orang-orang yang kurang mampu.

Rombongan baksos berangkat dari kampus unhas sekitar pukul sebelas siang menuju lokasi. Setibanya disana, kita disambut oleh ketua dusun sabang yang rumahnya juga dijadikan tempat persinggahan untuk para pengurus yang akan melakukan baksos.

Agenda dari kegiatan baksos ini sendiri cukup berbeda dari baksos-baksos yang telah diadakan sebelumnya. Pelayanan jasa seperti mengajar anak-anak sekolah dan melakukan pembersihan di masjid dan sekitar desa serta pemberian atribut lingkungan seperti tempat sampah, papan atribut penunjukan tempat dan lokasi desa juga diberikan kepada para warga melalui kepala desa.

Hal ini dirasa lebih bermanfaat lebih kepada para masyarakat. Antusias para warga juga begitu besar ketika menyambut kedatangan rombongan.

Anak-anak kecil yang masih berseragam sekolah berdiri di pinggir jalan dan meneriaki menyambut kedatangan kami. Para warga juga sangat bersemangat ketika mengantar anak mereka untuk diajar oleh kami.

Sesaat sebelum pulang kembali ke Makassar, kepala desa mengucapkan rasa terima kasih kepada kami dan berharap kegiatan ini kembali diadakan.

Sebelum kembali ke Makassar, ketua perisai fs-uh memberikan beberapa bingkisan secara simbolis kepada ketua dusun sabang. Tepat setelah adzan maghrib berkumandang, kami meninggalkan lokasi setelah menyempatkan berpamitan dengan beberapa warga desa bontoa bahari.

Perisai Gelar Diskusi UKT dan UU PT

Disilet UKTPerhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris (PERISAI) Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin menggelar diskusi yang diberi nama DISILET atau Diskusi Intelektual yang biasanya diadakan sekali dalam 2 minggu pada Jumat, 21 februari 2014. Bertempat di pelataran fakultas Sastra, kali ini, diskusi yang berdurasi sekitar 2 jam dan dihadiri 30 mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut mengangkat tema “Mengenal UKT dan UU PT” dengan pemateri Saudara Slamet Riyadi, Ketua Perisai periode 2013/2014 dan Abdullah Fikri Asri, ketua HIMAHI (Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNHAS periode 2011/2012.

Diskusi mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT) menurut Stevany Wijaya, salah seorang anggota divisi Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) PERISAI dirasa perlu, terutama bagi mahasiswa angkatan 2013 yang tidak mengetahui seluk beluk UKT karena tidak memperoleh sosialisasi dari pihak kampus. UKT sendiri adalah besaran biaya yang harus dibayar setiap semester oleh mahasiswa sejak menjadi mahasiswa baru hingga setelah wisuda dan dibagi rata dalam 8 semester. Menurut Abdullah Fikri Asri, UKT mendorong terciptanya sifat diskriminatif dikalangan mahasiswa karena UKT mengatur subsidi silang, yaitu mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu mensubsidi mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Padahal Negaralah yang berkewajiban mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan tanpa perlu adanya subsidi silang.

Selanjutnya, Slamet Riyadi mengatakan bahwa UKT meliputi segala pembayaran yang bersifat akademik, misalnya KKN, praktek laboratorium, modul (hanya jika dosen mengatakan bahwa modul tersebut masuk dalam pembayaran UKT) dsb serta segala pembayaran yang masuk direkening rektor. Kegiatan kemahasiswaan sendiri tidak berkaitan dengan UKT. Ia bercerita bahwa beberapa bulan lalu, Wakil Dekan III Fakultas Sastra melarang pungutan yang ditujukan ke mahasiswa baru jurusan Sastra Inggris oleh panitia Freshmen Training Camp (FTC) dan Perisai Camp (PC) karena mahasiswa angkatan 2013 telah membayar UKT. Padahal menurut Nirwan, salah seorang dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan perumus UKT, pembayaran kegiatan oleh lembaga kemahasiswaan tidak ada kaitannya dengan UKT karena UKT hanya meliputi pembayaran akademik saja. Kita dapat melihat bahwa UKT di UNHAS jelas tidak dipahami dengan baik oleh birokrasi kampus dan bagaimana kita bisa tahu dengan jelas kemana arah uang orangtua kita?

Pelatihan Advikasi Perisai FS-UH

IMG_1572Tanggal 15-16 Februari kemarin, Perisai FS-UH melaksanakan Pelatihan Advokasi yang bertempat di ruang perkuliahan SIL. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dimulai dari sabtu pagi hingga minggu sore dan dibuka secara resmi oleh ketua BEM KMFS-UH, Arifuddin. Target Peserta dari kegiatan ini adalah Warga Perisai FS-UH utamanya angkatan 2013, 2012 , dan 2011. Pelatihan advokasi ini merupakan Program Kerja Divisi Informasi dan Komunikasi Perisai FS-UH.

Selain dari kalangan Mahasiswa, pemateri pelatihan advokasi ini juga berasal dari Paralegal dan Aktivis sosial. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini saling berhubungan Mulai dari Kedudukan Mahasiswa Dalam Masyarakat, Dasar-dasar advokasi, Mahasiswa dan Paralegal, Pengantar Riset Advokasi, Advokasi Kampus dan Propaganda dan Agitasi.

Metode yang digunakan dalam penyampaian materi cukup bervariasi. Mulai model ceramah, FGD, hingga Sharing. Hal ini dilakukan demi memudahkan pemahaman peserta terhadap Advokasi.

Dengan diadakannya Pelatihan Advokasi ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai Advokasi dan mempersiapkan peserta agar cakap dalam kerja-kerja advokasi.