Monthly Archives: November 2014

Berkarya Hingga Akhir

 

Lagi, dunia sastra berduka di awal bulan November. Seorang sastrawan asal Makassar telah meninggal dunia dalam usianya yang ke 51 tahun setelah mengelar pementasan di Benteng Rotterdam Makassar. Ialah Asdar Muis sang penulis karya sastra dan esai (esais), budayawan sekaligus jurnalis. Beliau diduga terkena serangan jantung dan sempat dilarikan ke rumah sakit Pelamonia, Makassar, pada senin terakhir di bulan Oktober.

Asdar Muis adalah sosok sastrawan juga jurnalis yang menyelesaikan program sarjana dan magister di fakultas Ilmu Sosial dan politik Universitas Hasanuddin. Lahir di Pangkep Sulawesi Selatan 13 Agustus 1963, Asdar Muis memang dikenal sebagai sosok yang sangat cinta dengan dunia sastra, kebudayaan dan teater. Sejak SMA ia telah gemar menulis beberapa karya sastra khususnya puisi dan sajak. Beberapa karyanya pernah dimuat dalam surat kabar tidak hanya diwilayah Makassar, tapi ia juga sering mengirimkan karyanya tersebut ke beberapa surat kabar di luar Makassar. Beliau juga banyak memberikan kontribusi pada dunia sastra melalui beberapa novel, cerpen dan puisi yang dibuatnya.

Didunia jurnalistik, pendiri komunitas ‘Sapi Berbunyi’ Makassar ini pernah menjadi Pemred Tabloid Harian Suaka Metro Jakarta, redpel Manado Post dan Tabloid Anak Wanita Gita Jakarta, Redaktur Harian Berita Yudah, bekerja di Harian Fajar, Koresponden, MBM Tempo, Kepala Biro Harian Nusa-Bali Jakarta, Direktur Pemberitaan Harian Pedoman Rakyat dan beberdapa media lainnya si Sulawesi dan Kalimantan.

Merupakan lulusan dari Akademi Seni Drama Indonesia (ASDRAFI) Yogyakarta, Asdar Muis dalam kesehariannya tak pernah lepas dari dunia teater. Ia bahkan membeli rumah dan merancangnya menjadi seperti panggung pada tahun 2003. Hingga akhir hayatnya, ia masih mengikuti pementasan di Benteng Roterdam dalam Sastra Kepulauan.

 

 

Dari berbagai sumber