Selamatkan Pandang Raya (Panggung Bebas Ekspresi)

Penggusuran Pandang Raya 17 September lalu ini tengah menjadi pemberitaan yang hangat di kalangan para aktivis dan masyarakat Makassar.

Pandang Raya yang berlokasi di daerah Panakukang ini digusur oleh seorang pengusaha bernama Goman Waisan yang mengklaim Tanah ini sebagai miliknya setelah kabarnya memenangkan legalitas kepemilikan tanah Pandang Raya di Mahkamah Agung. Hal ini menimbulkan keprihatinan yang besar. Sebanyak 42 kepala keluarga harus memboyong keluarganya untuk menetap sementara di tenda-tenda yang didirikan oleh masyarakat sekitar ditambah kondisi finasisal yang kurang untuk membeli bahan sandang, papan, dan pangan.

Peristiwa penggusuran ini juga telah menyadarkan beberapa orang akan pentingnya kepedulain sosial, seperti di Fakultas Sastra, tepatnya di Pelataran Aula Prof. Mattulada, yang pada hari Rabu (17/9/2014) telah diadakan Panggung Bebas Ekspresi dalam rangka pengumpulan donasi untuk korban pandang raya.

Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 4 sore, dengan penampilan beberapa vokalis dan pembacaan puisi serta penyebaran informasi tentang pandang raya kepada warga Fakultas Sastra melalui dokumentasi foto atau selebaran kronologi penggusuran.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>