KeterasinganKopi Hitamku

Di kesunyian malam itu, hanya Kopi Hitamku yang setia menemaniku.

Setiap tuangan terasa begitu dekat,

hanya keenakan yang terasa seiring berjalannya malam yang menampakkan kebisuannya.

Namun, disela-sela keenakan itu,

rasa keterasingan akan Kopi Hitamku itu muncul dengan sendirinya.

Tidak tahu mengapa aku merasa kaku melakukan sesuatu seperti biasanya.

Suasana yang tampak berbisu itu membuatku tak sadar terbawa ke tempat pembaringan.

Mungkin Kopi Hitamku hanya mampu melihat ulah keterlelapan tidurku di tempat pembaringan.

Hingga pagi menjemput,

ku beranjak dari tempat pembaringanku sambil melihat Kopi Hitamku yang masih setia berada di tempat yang sama seperti semalam.

Aku tersadar semalam aku telah mengasingkan Kopi Hitamku.

Penulis Merupakan Warga Perisai FS-UH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>