Kampus

Kampus, ada banyak warna didalam sana,

Ada hitam, abu-abu, biru dan ada yang cerah,

Semua tergambarkan bersembunyi dibalik kepenatan suasana

Matapun tertipu olehnya, otakpun tak dapat menyingkapnya.

Kampus tempat kutemukan rona asmara

Dan alasan untuk sebuah amarah.

Milyaran teatrikal basi kembali dihidangkan

Ku kunyah habis hingga tetes kemunafikan tiada tersisahkan

Setiap gelas kopi hembusan nafas dan tawa

Menggerus dominasi cerah yang pernah indah.

Mahasiswa bagai boneka yang menangis

Dipaksa untuk berhenti kritis

Menjadi sang Mahakuasa

Tak lebih dari omongan belaka

Yang dianggap satu badan tak bisa dipercaya

Miskomunikasi ada dimana-mana

Ah sudahlah !

Toh kebenaran dimasa ini hanya sebatas konsep

Untuk mereka yang terpental dalam teatrikal

Penonton lebih suka yang sakral, eh dan agak binal !

 

5 September 2013, Diluar Kampus

Penulis Merupakan Warga Perisai FS-UH

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>