Sedia Kala

Satu per satu semua kembali.

Perlahan mengitari isi bumi yang sudah sangat basi.

Jejak tawa kini jadi amarah.

Berbicara cinta kemudian kehilangan kata.

Ada apa dengan semesta?

Tidak. Biasa saja.

Kita bercerita. Kita bercanda.

Kita bernyanyi. Kita memaki.

Seperti sedia kala.

Yang kutahu hanyalah, kemanapun rasa itu pergi.

Ia akan kembali pada tempat yang sudah semestinya ia tempati.

Percayalah ;)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>