Perisai Gelar Diskusi UKT dan UU PT

Disilet UKTPerhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris (PERISAI) Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin menggelar diskusi yang diberi nama DISILET atau Diskusi Intelektual yang biasanya diadakan sekali dalam 2 minggu pada Jumat, 21 februari 2014. Bertempat di pelataran fakultas Sastra, kali ini, diskusi yang berdurasi sekitar 2 jam dan dihadiri 30 mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut mengangkat tema “Mengenal UKT dan UU PT” dengan pemateri Saudara Slamet Riyadi, Ketua Perisai periode 2013/2014 dan Abdullah Fikri Asri, ketua HIMAHI (Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNHAS periode 2011/2012.

Diskusi mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT) menurut Stevany Wijaya, salah seorang anggota divisi Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) PERISAI dirasa perlu, terutama bagi mahasiswa angkatan 2013 yang tidak mengetahui seluk beluk UKT karena tidak memperoleh sosialisasi dari pihak kampus. UKT sendiri adalah besaran biaya yang harus dibayar setiap semester oleh mahasiswa sejak menjadi mahasiswa baru hingga setelah wisuda dan dibagi rata dalam 8 semester. Menurut Abdullah Fikri Asri, UKT mendorong terciptanya sifat diskriminatif dikalangan mahasiswa karena UKT mengatur subsidi silang, yaitu mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu mensubsidi mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Padahal Negaralah yang berkewajiban mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan tanpa perlu adanya subsidi silang.

Selanjutnya, Slamet Riyadi mengatakan bahwa UKT meliputi segala pembayaran yang bersifat akademik, misalnya KKN, praktek laboratorium, modul (hanya jika dosen mengatakan bahwa modul tersebut masuk dalam pembayaran UKT) dsb serta segala pembayaran yang masuk direkening rektor. Kegiatan kemahasiswaan sendiri tidak berkaitan dengan UKT. Ia bercerita bahwa beberapa bulan lalu, Wakil Dekan III Fakultas Sastra melarang pungutan yang ditujukan ke mahasiswa baru jurusan Sastra Inggris oleh panitia Freshmen Training Camp (FTC) dan Perisai Camp (PC) karena mahasiswa angkatan 2013 telah membayar UKT. Padahal menurut Nirwan, salah seorang dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan perumus UKT, pembayaran kegiatan oleh lembaga kemahasiswaan tidak ada kaitannya dengan UKT karena UKT hanya meliputi pembayaran akademik saja. Kita dapat melihat bahwa UKT di UNHAS jelas tidak dipahami dengan baik oleh birokrasi kampus dan bagaimana kita bisa tahu dengan jelas kemana arah uang orangtua kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>